wiracarita-gilgamesh

Wiracarita Gilgamesh

Terjemahan bebas ke dalam bahasa Indonesia

Diterjemahkan secara bebas sesuai teks aslinya oleh Andika Arisetyawan


Wiracarita Gilgamesh adalah salah satu karya sastra tertulis tertua di dunia, disalin pada lempeng-lempeng tanah liat berhuruf paku di Mesopotamia lebih dari tiga ribu tahun yang lalu. Kisahnya bercerita tentang seorang raja yang kehilangan sahabat karibnya, lalu mengembara sampai ke ujung dunia untuk mencari hidup yang kekal — dan pulang dengan tangan hampa, tetapi membawa sesuatu yang lain.

Naskah lengkap sebelas lempeng dapat dibaca langsung di sini.

Daftar Isi

  1. Tablet I: Dia yang Telah Melihat Segalanya
  2. Tablet II: Enkidu Menjadi Manusia
  3. Tablet III: Restu untuk Perjalanan
  4. Tablet IV: Lima Mimpi di Jalan ke Hutan Aras
  5. Tablet V: Humbaba, Penjaga Hutan Aras
  6. Tablet VI: Ishtar dan Banteng Langit
  7. Tablet VII: Vonis Para Dewa atas Enkidu
  8. Tablet VIII: Ratapan Gilgamesh
  9. Tablet IX: Menembus Kegelapan Gunung Mashu
  10. Tablet X: Di Tepi Air Kematian
  11. Tablet XI: Kisah Air Bah dan Tanaman Keabadian

Unduh

Catatan Penerjemah

Naskah ini adalah terjemahan bebas: isi dan jalan ceritanya setia pada teks sumber, tetapi bentuk baris-baris puisinya sengaja dialihkan menjadi prosa naratif agar mengalir wajar dalam bahasa Indonesia. Tidak ada bagian yang diperhalus atau dihilangkan — termasuk bagian-bagian yang terus terang secara jasmani, sebagaimana adanya dalam lempeng-lempeng aslinya.

Wiracarita ini disalin dari lempeng-lempeng tanah liat berhuruf paku yang berusia ribuan tahun, dan banyak di antaranya rusak atau hilang. Di tempat-tempat itu, kerusakan naskah ditandai dengan keterangan dalam kurung siku, misalnya [sekitar 30 baris hilang]. Tanda tanya dalam kurung pada teks asli menunjukkan bacaan yang belum pasti; dalam terjemahan ini sebagian besar tanda itu tidak lagi ditampilkan demi kelancaran membaca, kecuali bila keraguannya penting.

Sumber

Terjemahan ini disusun dari terjemahan Inggris The Epic of Gilgamesh oleh Maureen Gallery Kovacs (Edisi Elektronik oleh Wolf Carnahan, 1998). Hak atas teks sumber tetap berada pada pemegangnya masing-masing; alih bahasa ke dalam bahasa Indonesia beserta penyusunan prosanya adalah karya penerjemah.

Tokoh dan Istilah

Nama Keterangan
Gilgamesh Raja Uruk, dua pertiga dewa dan sepertiga manusia
Enkidu Manusia liar ciptaan Aruru, kemudian sahabat karib Gilgamesh
Shamhat Perempuan yang membawa Enkidu masuk ke dunia manusia
Ninsun Ibu Gilgamesh, sang Sapi Liar, bijaksana dan mahatahu
Humbaba Raksasa penjaga Hutan Aras yang ditugaskan Enlil
Ishtar Dewi cinta dan perang, yang lamarannya ditolak Gilgamesh
Utanapishtim Sang Jauh, penyintas Air Bah yang dianugerahi hidup kekal
Urshanabi Tukang perahu yang menyeberangkan Gilgamesh
Siduri Pemilik kedai di tepi laut
Shamash Dewa matahari, pelindung perjalanan Gilgamesh
Uruk sang Suaka Kota bertembok tempat Gilgamesh memerintah
Hutan Aras Hutan suci kediaman para dewa, dijaga Humbaba
Liga Satuan jarak kuno; satu hasta kira-kira setengah meter