Terjemahan bebas ke dalam bahasa Indonesia
Diterjemahkan secara bebas sesuai teks aslinya oleh Andika Arisetyawan
Wiracarita Gilgamesh adalah salah satu karya sastra tertulis tertua di dunia, disalin pada lempeng-lempeng tanah liat berhuruf paku di Mesopotamia lebih dari tiga ribu tahun yang lalu. Kisahnya bercerita tentang seorang raja yang kehilangan sahabat karibnya, lalu mengembara sampai ke ujung dunia untuk mencari hidup yang kekal — dan pulang dengan tangan hampa, tetapi membawa sesuatu yang lain.
Naskah lengkap sebelas lempeng dapat dibaca langsung di sini.
Naskah ini adalah terjemahan bebas: isi dan jalan ceritanya setia pada teks sumber, tetapi bentuk baris-baris puisinya sengaja dialihkan menjadi prosa naratif agar mengalir wajar dalam bahasa Indonesia. Tidak ada bagian yang diperhalus atau dihilangkan — termasuk bagian-bagian yang terus terang secara jasmani, sebagaimana adanya dalam lempeng-lempeng aslinya.
Wiracarita ini disalin dari lempeng-lempeng tanah liat berhuruf paku yang berusia ribuan tahun, dan banyak di antaranya rusak atau hilang. Di tempat-tempat itu, kerusakan naskah ditandai dengan keterangan dalam kurung siku, misalnya [sekitar 30 baris hilang]. Tanda tanya dalam kurung pada teks asli menunjukkan bacaan yang belum pasti; dalam terjemahan ini sebagian besar tanda itu tidak lagi ditampilkan demi kelancaran membaca, kecuali bila keraguannya penting.
Terjemahan ini disusun dari terjemahan Inggris The Epic of Gilgamesh oleh Maureen Gallery Kovacs (Edisi Elektronik oleh Wolf Carnahan, 1998). Hak atas teks sumber tetap berada pada pemegangnya masing-masing; alih bahasa ke dalam bahasa Indonesia beserta penyusunan prosanya adalah karya penerjemah.
| Nama | Keterangan |
|---|---|
| Gilgamesh | Raja Uruk, dua pertiga dewa dan sepertiga manusia |
| Enkidu | Manusia liar ciptaan Aruru, kemudian sahabat karib Gilgamesh |
| Shamhat | Perempuan yang membawa Enkidu masuk ke dunia manusia |
| Ninsun | Ibu Gilgamesh, sang Sapi Liar, bijaksana dan mahatahu |
| Humbaba | Raksasa penjaga Hutan Aras yang ditugaskan Enlil |
| Ishtar | Dewi cinta dan perang, yang lamarannya ditolak Gilgamesh |
| Utanapishtim | Sang Jauh, penyintas Air Bah yang dianugerahi hidup kekal |
| Urshanabi | Tukang perahu yang menyeberangkan Gilgamesh |
| Siduri | Pemilik kedai di tepi laut |
| Shamash | Dewa matahari, pelindung perjalanan Gilgamesh |
| Uruk sang Suaka | Kota bertembok tempat Gilgamesh memerintah |
| Hutan Aras | Hutan suci kediaman para dewa, dijaga Humbaba |
| Liga | Satuan jarak kuno; satu hasta kira-kira setengah meter |