Dari file data sampai Output Viewer
Panduan Praktis Input Data & Uji Statistik di SPSS
Modul langkah demi langkah untuk desain kontrol–eksperimen dan one-group pretest–posttest. Tiga data dummy sudah tertanam di file ini dan dapat diunduh sebagai CSV.
Sebelum mulai: gunakan alur yang tepat
Buka satu data pada satu waktu. Data normal digunakan untuk latihan jalur parametrik; data tidak normal digunakan untuk latihan jalur nonparametrik.
Data normal 50 siswa
25 kontrol + 25 eksperimen. Kolom: id, kelas, pretest, posttest.
Data tidak normal 50 siswa
Struktur sama, tetapi nilainya sengaja mengandung kemencengan/ekstrem agar cocok untuk latihan prosedur berbasis peringkat.
One-group 30 siswa
Setiap baris adalah siswa yang sama dengan dua pengukuran: pretest dan posttest.
Jalur parametrik
Dua kelas: independent-samples t test dan ANCOVA. Satu kelompok: paired-samples t test.
Jalur nonparametrik
Dua kelas: Mann–Whitney U. Satu kelompok atau pasangan: Wilcoxon signed-rank.
Unduh data dummy
Semua data berada di dalam HTML ini. Tombol unduh membuat file CSV di perangkat Anda; koneksi internet tidak diperlukan.
50 data dummy normal
Baris 1–25 kontrol; baris 26–50 eksperimen.
| ID | Kelas (kode) | Nama kelas | Pretest | Posttest |
|---|
50 data dummy tidak normal
Baris 1–25 kontrol; baris 26–50 eksperimen. Gunakan untuk Mann–Whitney dan latihan pemeriksaan outlier.
| ID | Kelas (kode) | Nama kelas | Pretest | Posttest |
|---|
One-group pretest–posttest 30 siswa
Satu baris = satu siswa yang diukur dua kali.
| ID | Pretest | Posttest |
|---|
Impor CSV dan siapkan variabel di SPSS
Langkah berikut berlaku untuk ketiga dataset. Nama menu dapat sedikit berbeda menurut versi; pada beberapa versi tertulis Compare Means and Proportions alih-alih Compare Means.
Gunakan tombol pada Bagian 02. Jika pilihan CSV Data tidak ada, pilih Text Data lalu pilih file yang sama.
Centang Read variable names from the first row of data / First line contains variable names.
Pilih Delimited, delimiter Comma, text qualifier None atau biarkan otomatis. Gunakan encoding UTF-8 jika ditanya.
Pastikan id, kelas, pretest, dan posttest tidak menyatu menjadi satu kolom. Untuk one-group tidak ada kolom kelas.
SPSS membuka Data Editor. Satu baris disebut case; satu kolom disebut variable.
| Name | Type | Label | Values | Measure |
|---|---|---|---|---|
id | Numeric, 0 desimal | Nomor siswa | — | Nominal |
kelas | Numeric, 0 desimal | Kelompok penelitian | 1 = Kontrol 2 = Eksperimen | Nominal |
pretest | Numeric, 0 desimal | Skor kemampuan awal | — | Scale |
posttest | Numeric, 0 desimal | Skor kemampuan akhir | — | Scale |
id, pretest, dan posttest. Variabel selisih akan dibuat kemudian.Uji normalitas sampai output muncul
Untuk desain dua kelas, uji skor secara terpisah menurut kelas. Gunakan Explore agar tabel Shapiro–Wilk, Q–Q plot, histogram, dan boxplot dapat muncul dalam satu prosedur.
Pindahkan pretest dan posttest ke Dependent List.
Pindahkan kelas ke Factor List. Dengan ini, output normalitas dibuat untuk kontrol dan eksperimen secara terpisah.
Pada bagian Display, pilih Both agar statistik dan grafik sama-sama keluar.
- Klik Plots….
- Centang Histogram.
- Centang Normality plots with tests.
- Pilih boxplot Factor levels together bila tersedia.
- Klik Continue.
SPSS berpindah ke Output Viewer dan membuat tabel/grafik yang diminta.
Jalan pintas opsional: Syntax SPSS
Pilih File → New → Syntax, tempel sintaks, sorot semua, lalu klik tombol Run.
EXAMINE VARIABLES=pretest posttest BY kelas
/PLOT BOXPLOT HISTOGRAM NPPLOT
/COMPARE GROUPS
/STATISTICS DESCRIPTIVES
/CINTERVAL 95
/MISSING LISTWISE
/NOTOTAL.Uji homogenitas varians sampai output muncul
Gunakan One-Way ANOVA hanya untuk meminta Levene’s Test. Menjalankan menu ini tidak berarti Anda wajib memakai hasil ANOVA sebagai analisis utama.
Pindahkan pretest dan posttest ke Dependent List.
Pindahkan kelas ke Factor.
Klik Options…, centang Descriptive dan Homogeneity of variance test, lalu Continue.
Output Viewer akan menerima tabel untuk kedua skor.
Jalan pintas opsional: Syntax SPSS
ONEWAY pretest posttest BY kelas
/STATISTICS DESCRIPTIVES HOMOGENEITY
/MISSING ANALYSIS.Independent t test kemampuan awal
Tujuannya pada modul ini adalah menghasilkan keluaran perbandingan pretest antara kelas kontrol dan eksperimen.
Pindahkan pretest ke Test Variable(s).
Pindahkan kelas ke Grouping Variable.
Klik Define Groups…; isi Group 1 = 1 dan Group 2 = 2; klik Continue.
Klik Options…, pertahankan confidence interval 95%, lalu Continue. Centang Estimate effect sizes jika tersedia dan dibutuhkan dalam format laporan Anda.
Output Viewer menampilkan statistik kelompok dan tabel pengujian.
Jalan pintas opsional: Syntax SPSS
T-TEST GROUPS=kelas(1 2)
/MISSING=ANALYSIS
/VARIABLES=pretest
/CRITERIA=CI(.95).ANCOVA: dari pengecekan slope hingga model utama
Susunan latihan: posttest sebagai dependent variable, kelas sebagai fixed factor, dan pretest sebagai covariate.
posttest/kelas/pretest. Sumber: Laerd Statistics.posttest→ Dependent Variablekelas→ Fixed Factor(s)pretest→ Covariate(s)
Klik Model… → pilih Custom. Pertahankan Type III dan Include intercept.
Tambahkan kelas dan pretest sebagai Main effects.
Pilih kelas dan pretest bersamaan (gunakan Ctrl bila perlu), pilih Interaction, lalu klik panah/Add. Pastikan model memuat kelas*pretest. Klik Continue.
Klik Options…; centang Descriptive statistics, Estimates of effect size, Homogeneity tests, dan Parameter estimates bila tersedia. Klik Continue → OK.
posttest = dependent; kelas = fixed factor; pretest = covariate.
Klik Model…. Pilih Full factorial atau buat Custom yang hanya berisi main effect kelas dan pretest. Jangan sertakan kelas*pretest. Klik Continue.
Klik Estimated Marginal Means… / EM Means…. Pindahkan kelas ke Display Means for. Jika tersedia, centang Compare main effects dan pilih penyesuaian Bonferroni. Klik Continue.
Centang Descriptive statistics, Estimates of effect size, Homogeneity tests, Parameter estimates, dan confidence interval 95% bila tersedia.
Tunggu sampai seluruh tabel muncul di Output Viewer.
Jalan pintas opsional: Syntax Model 1 dan Model 2
Jalankan blok pertama dan kedua secara terpisah.
* MODEL 1: cek interaksi kelas dengan covariate.
UNIANOVA posttest BY kelas WITH pretest
/METHOD=SSTYPE(3)
/INTERCEPT=INCLUDE
/PRINT=DESCRIPTIVE ETASQ HOMOGENEITY PARAMETER
/CRITERIA=ALPHA(.05)
/DESIGN=pretest kelas pretest*kelas.
* MODEL 2: ANCOVA utama tanpa interaksi.
UNIANOVA posttest BY kelas WITH pretest
/METHOD=SSTYPE(3)
/INTERCEPT=INCLUDE
/EMMEANS=TABLES(kelas) WITH(pretest=MEAN) COMPARE ADJ(BONFERRONI)
/PRINT=DESCRIPTIVE ETASQ HOMOGENEITY PARAMETER
/CRITERIA=ALPHA(.05)
/DESIGN=pretest kelas.Independent t test kemampuan akhir
Langkahnya sama dengan kemampuan awal, tetapi variabel uji diganti menjadi posttest. Ini adalah perbandingan skor akhir mentah, sedangkan ANCOVA membandingkan skor akhir dengan penyesuaian covariate.
posttest; kode kelompok tetap 1 dan 2. Sumber: University of Illinois CITL.posttest.Pindahkan ke Test Variable(s).
kelas.Pindahkan ke Grouping Variable, lalu klik Define Groups….
Group 1 = 1; Group 2 = 2; klik Continue.
Biarkan confidence interval 95% pada Options, kecuali protokol penelitian Anda menentukan lain.
Jalan pintas opsional: Syntax SPSS
T-TEST GROUPS=kelas(1 2)
/MISSING=ANALYSIS
/VARIABLES=posttest
/CRITERIA=CI(.95).Uji nonparametrik untuk dua kelas
Gunakan Dataset B. Mann–Whitney U adalah jalur dua sampel independen untuk membandingkan kelas kontrol dan eksperimen.
Pindahkan pretest dan posttest ke Test Variable List. SPSS akan menghasilkan satu uji untuk masing-masing variabel.
Pindahkan kelas ke Grouping Variable, lalu klik Define Groups….
Group 1 = 1; Group 2 = 2; klik Continue.
Centang hanya Mann–Whitney U. Klik Options… dan centang Descriptive serta Quartiles jika tersedia; klik Continue.
Output Viewer menampilkan tabel peringkat dan statistik uji untuk pretest serta posttest.
Alternatif dialog modern SPSS
- Pada Fields, masukkan
pretestdanposttestsebagai Test Fields;kelassebagai Groups. - Pada Settings, pilih Customize tests lalu centang Mann–Whitney U.
- Klik Run. Output dapat muncul sebagai Hypothesis Test Summary; klik dua kali objek untuk melihat detail.
Jalan pintas opsional: Syntax SPSS
NPAR TESTS
/M-W=pretest posttest BY kelas(1 2)
/MISSING ANALYSIS.One-group pretest–posttest: 30 siswa
Untuk data berpasangan, asumsi paired t test diperiksa pada distribusi selisih skor, bukan dengan menganggap pretest dan posttest sebagai dua kelompok independen.
selisih dan Numeric Expression = posttest-pretest. Sumber: IBM Community.Ketik selisih.
Ketik posttest - pretest atau susun dengan tombol variabel.
Kolom selisih muncul di Data View.
selisih.Pindahkan hanya ke Dependent List; biarkan Factor List kosong.
Centang Histogram dan Normality plots with tests.
Cocokkan keluaran: Tests of Normality, Q–Q plot, histogram, dan boxplot.
Sesudah output normalitas
Jika jalur parametrik digunakan: lanjut ke Paired-Samples T Test.
Jika jalur nonparametrik digunakan: lanjut ke Wilcoxon Signed-Rank.
Keputusan pemilihan jalur harus mengikuti protokol analisis Anda; modul tidak menetapkan keputusan dari angka output.
pretest sebagai Variable1 dan posttest sebagai Variable2. Sumber: Uedufy SPSS.Pilih pretest sebagai Variable 1 dan posttest sebagai Variable 2, lalu pindahkan keduanya ke Paired Variables.
Pertahankan confidence interval 95%. Centang effect sizes bila versi SPSS menyediakan opsi tersebut dan format laporan memerlukannya.
Jangan menggunakan Independent-Samples T Test untuk dua pengukuran dari siswa yang sama.
Pilih pretest dan posttest, lalu pindahkan ke Test Pairs.
Centang Wilcoxon. Hilangkan centang uji lain yang tidak diperlukan.
Output Viewer menampilkan arah peringkat dan statistik uji.
Jalan pintas opsional: Syntax one-group lengkap
* Membuat variabel selisih dan meminta normalitasnya.
COMPUTE selisih=posttest-pretest.
EXECUTE.
EXAMINE VARIABLES=selisih
/PLOT BOXPLOT HISTOGRAM NPPLOT
/STATISTICS DESCRIPTIVES
/CINTERVAL 95
/MISSING LISTWISE
/NOTOTAL.
* Jalur parametrik: paired-samples t test.
T-TEST PAIRS=pretest WITH posttest (PAIRED)
/CRITERIA=CI(.95).
* Jalur nonparametrik: Wilcoxon signed-rank.
NPAR TESTS
/WILCOXON=pretest WITH posttest (PAIRED)
/MISSING ANALYSIS.Checklist keluaran akhir
Centang saat tabel benar-benar sudah terlihat di Output Viewer. Centang disimpan pada perangkat ini.
Dua kelas: jalur parametrik
Nonparametrik & one-group
Kesalahan yang paling sering membuat output tidak muncul
Define Groups tidak diisi 1 dan 2, atau nilai pada kolom kelas berbeda dari kode itu.
Skor terbaca sebagai String sehingga tidak dapat dipindahkan ke kotak variabel numerik.
Pretest–posttest siswa yang sama dimasukkan ke uji independen, atau dua kelas dimasukkan ke uji berpasangan.
Delimiter salah. Impor ulang dan pilih Comma.
Pada Explore dua kelas, variabel kelas belum masuk Factor List sehingga output tidak terpisah.
Model utama ANCOVA masih memuat kelas*pretest setelah model pengecekan slope selesai.
.spv). Ini menyimpan tabel dan grafik yang sudah muncul tanpa menghitung ulang.Rujukan menu IBM SPSS Statistics
Menu dalam modul diselaraskan dengan dokumentasi resmi IBM; nama submenu dapat sedikit berubah antarversi.
- Reading Data from a Text File — impor data teks/CSV.
- Explore dan Explore Plots — normality plots with tests dan Levene.
- Independent-Samples T Test — dua kelompok independen.
- Paired-Samples T Test — pengukuran berpasangan.
- GLM Univariate Analysis dan Using GLM Univariate to Perform ANCOVA.
- Two-Independent-Samples Tests dan Two-Related-Samples Tests — Mann–Whitney dan Wilcoxon.