SPSSModul Praktis Statistik
0%

Dari file data sampai Output Viewer

Panduan Praktis Input Data & Uji Statistik di SPSS

Modul langkah demi langkah untuk desain kontrol–eksperimen dan one-group pretest–posttest. Tiga data dummy sudah tertanam di file ini dan dapat diunduh sebagai CSV.

50 data normal50 data tidak normal30 data one-groupTanpa perhitungan hasil
01

Sebelum mulai: gunakan alur yang tepat

Buka satu data pada satu waktu. Data normal digunakan untuk latihan jalur parametrik; data tidak normal digunakan untuk latihan jalur nonparametrik.

1 · UnduhPilih satu CSV dummy
2 · ImporMasukkan ke Data Editor
3 · AturLabel & level ukur
4 · JalankanIkuti menu uji
5 · CocokkanPastikan tabel output ada
Gambar dalam modul adalah tangkapan layar antarmuka SPSS yang sebenarnya. Gambar berasal dari dokumentasi/tutorial yang dicantumkan pada setiap keterangan. Nama variabel, bahasa, warna, atau letak tombol dapat sedikit berbeda menurut versi SPSS; ikuti nama kotak dan pengaturan yang tertulis pada langkah modul.
Penting: uji tidak dijalankan semuanya sebagai satu paket. Normalitas dan bentuk desain menentukan cabang analisis. Untuk dua kelas gunakan prosedur sampel independen; untuk siswa yang sama sebelum–sesudah gunakan prosedur sampel berpasangan.
Dua kelas · parametrik

Data normal 50 siswa

25 kontrol + 25 eksperimen. Kolom: id, kelas, pretest, posttest.

Dua kelas · nonparametrik

Data tidak normal 50 siswa

Struktur sama, tetapi nilainya sengaja mengandung kemencengan/ekstrem agar cocok untuk latihan prosedur berbasis peringkat.

Satu kelompok · berpasangan

One-group 30 siswa

Setiap baris adalah siswa yang sama dengan dua pengukuran: pretest dan posttest.

Jika asumsi memadai

Jalur parametrik

Dua kelas: independent-samples t test dan ANCOVA. Satu kelompok: paired-samples t test.

ATAU
Jika distribusi tidak normal

Jalur nonparametrik

Dua kelas: Mann–Whitney U. Satu kelompok atau pasangan: Wilcoxon signed-rank.

02

Unduh data dummy

Semua data berada di dalam HTML ini. Tombol unduh membuat file CSV di perangkat Anda; koneksi internet tidak diperlukan.

Dataset A

50 data dummy normal

Baris 1–25 kontrol; baris 26–50 eksperimen.

IDKelas (kode)Nama kelasPretestPosttest
Dataset B

50 data dummy tidak normal

Baris 1–25 kontrol; baris 26–50 eksperimen. Gunakan untuk Mann–Whitney dan latihan pemeriksaan outlier.

IDKelas (kode)Nama kelasPretestPosttest
Dataset C

One-group pretest–posttest 30 siswa

Satu baris = satu siswa yang diukur dua kali.

IDPretestPosttest
Data dummy hanya untuk latihan prosedur. Jangan digunakan sebagai bukti penelitian, jangan digabungkan dengan data asli, dan jangan menulis simpulan penelitian berdasarkan data ini.
03

Impor CSV dan siapkan variabel di SPSS

Langkah berikut berlaku untuk ketiga dataset. Nama menu dapat sedikit berbeda menurut versi; pada beberapa versi tertulis Compare Means and Proportions alih-alih Compare Means.

A · Impor
Gambar 1. Text Import Wizard. Pilih No jika tidak memakai format impor tersimpan, lalu klik Next. Contoh antarmuka dari SCDS Introduction to SPSS.
Unduh dan pilih file CSV.

Gunakan tombol pada Bagian 02. Jika pilihan CSV Data tidak ada, pilih Text Data lalu pilih file yang sama.

Aktifkan nama variabel dari baris pertama.

Centang Read variable names from the first row of data / First line contains variable names.

Pastikan pemisah berupa koma.

Pilih Delimited, delimiter Comma, text qualifier None atau biarkan otomatis. Gunakan encoding UTF-8 jika ditanya.

Periksa pratinjau kolom.

Pastikan id, kelas, pretest, dan posttest tidak menyatu menjadi satu kolom. Untuk one-group tidak ada kolom kelas.

Klik Finish / OK.

SPSS membuka Data Editor. Satu baris disebut case; satu kolom disebut variable.

B · Variable View
NameTypeLabelValuesMeasure
idNumeric, 0 desimalNomor siswa—Nominal
kelasNumeric, 0 desimalKelompok penelitian1 = Kontrol
2 = Eksperimen
Nominal
pretestNumeric, 0 desimalSkor kemampuan awal—Scale
posttestNumeric, 0 desimalSkor kemampuan akhir—Scale
Gambar 2. Variable View. Perhatikan kolom Name, Type, Label, Values, dan Measure. Contoh antarmuka dari Curtin UniSkills.
Untuk one-group: atur hanya id, pretest, dan posttest. Variabel selisih akan dibuat kemudian.
C · Pemeriksaan cepat
04

Uji normalitas sampai output muncul

Untuk desain dua kelas, uji skor secara terpisah menurut kelas. Gunakan Explore agar tabel Shapiro–Wilk, Q–Q plot, histogram, dan boxplot dapat muncul dalam satu prosedur.

Gambar 3. Dialog Explore. Masukkan skor ke Dependent List dan kelas ke Factor List. Nama variabel pada gambar hanya contoh. Sumber: Uedufy SPSS.
Gambar 4. Explore: Plots. Centang Histogram dan Normality plots with tests, lalu klik Continue. Sumber: Uedufy SPSS.
Masukkan skor ke Dependent List.

Pindahkan pretest dan posttest ke Dependent List.

Masukkan kelompok ke Factor List.

Pindahkan kelas ke Factor List. Dengan ini, output normalitas dibuat untuk kontrol dan eksperimen secara terpisah.

Pilih tampilan.

Pada bagian Display, pilih Both agar statistik dan grafik sama-sama keluar.

Atur Plots.
  • Klik Plots….
  • Centang Histogram.
  • Centang Normality plots with tests.
  • Pilih boxplot Factor levels together bila tersedia.
  • Klik Continue.
Klik OK.

SPSS berpindah ke Output Viewer dan membuat tabel/grafik yang diminta.

Checkpoint output — cukup pastikan objek berikut muncul:
Case Processing SummaryDescriptivesTests of NormalityHistogramNormal Q–Q PlotBoxplot
Panduan ini tidak membaca nilai Sig. Pada penelitian nyata, keputusan normal/tidak normal ditetapkan sesuai aturan analisis dan rencana penelitian Anda. Bagian ini hanya memastikan prosedur dan keluarannya benar.
Jalan pintas opsional: Syntax SPSS

Pilih File → New → Syntax, tempel sintaks, sorot semua, lalu klik tombol Run.

EXAMINE VARIABLES=pretest posttest BY kelas
  /PLOT BOXPLOT HISTOGRAM NPPLOT
  /COMPARE GROUPS
  /STATISTICS DESCRIPTIVES
  /CINTERVAL 95
  /MISSING LISTWISE
  /NOTOTAL.
05

Uji homogenitas varians sampai output muncul

Gunakan One-Way ANOVA hanya untuk meminta Levene’s Test. Menjalankan menu ini tidak berarti Anda wajib memakai hasil ANOVA sebagai analisis utama.

Gambar 5. One-Way ANOVA dan Options. Letakkan skor pada Dependent List, kelas pada Factor, lalu centang Homogeneity of variance test. Sumber: University of Illinois CITL.
Masukkan variabel skor.

Pindahkan pretest dan posttest ke Dependent List.

Tentukan kelompok.

Pindahkan kelas ke Factor.

Aktifkan uji homogenitas.

Klik Options…, centang Descriptive dan Homogeneity of variance test, lalu Continue.

Klik OK.

Output Viewer akan menerima tabel untuk kedua skor.

Checkpoint output:
DescriptivesTest of Homogeneity of VariancesANOVA
Levene juga muncul di tempat lain. Independent-Samples T Test menampilkan Levene untuk variabel yang diuji, dan ANCOVA dapat menampilkan Levene melalui tombol Options. Bagian ini berguna jika Anda ingin tabel homogenitas pretest dan posttest sekaligus.
Jalan pintas opsional: Syntax SPSS
ONEWAY pretest posttest BY kelas
  /STATISTICS DESCRIPTIVES HOMOGENEITY
  /MISSING ANALYSIS.
06

Independent t test kemampuan awal

Tujuannya pada modul ini adalah menghasilkan keluaran perbandingan pretest antara kelas kontrol dan eksperimen.

Gambar 6. Independent-Samples T Test. Masukkan skor pada Test Variable(s), kelas pada Grouping Variable, lalu definisikan kelompok 1 dan 2. Sumber: University of Illinois CITL.
Pilih variabel uji.

Pindahkan pretest ke Test Variable(s).

Pilih variabel kelompok.

Pindahkan kelas ke Grouping Variable.

Definisikan dua kode kelas.

Klik Define Groups…; isi Group 1 = 1 dan Group 2 = 2; klik Continue.

Atur opsi bila diperlukan.

Klik Options…, pertahankan confidence interval 95%, lalu Continue. Centang Estimate effect sizes jika tersedia dan dibutuhkan dalam format laporan Anda.

Klik OK.

Output Viewer menampilkan statistik kelompok dan tabel pengujian.

Checkpoint output:
Group StatisticsIndependent Samples TestLevene’s TestIndependent Samples Effect Sizes (opsional)
Jalan pintas opsional: Syntax SPSS
T-TEST GROUPS=kelas(1 2)
  /MISSING=ANALYSIS
  /VARIABLES=pretest
  /CRITERIA=CI(.95).
07

ANCOVA: dari pengecekan slope hingga model utama

Susunan latihan: posttest sebagai dependent variable, kelas sebagai fixed factor, dan pretest sebagai covariate.

Jalankan dua model secara berurutan, bukan sekaligus. Model 1 meminta interaksi kelas × pretest untuk mengecek homogenitas kemiringan regresi. Model 2 adalah ANCOVA utama tanpa interaksi. Panduan berhenti ketika tabel kedua model muncul.
Gambar 7A. Susunan variabel ANCOVA. Ganti nama contoh post/group/pre dengan posttest/kelas/pretest. Sumber: Laerd Statistics.
Gambar 7B. Custom Model untuk cek slope. Pilih Custom, tambahkan main effects serta interaksi covariate × factor. Nama variabel pada gambar berbeda. Sumber: Cross Validated.
Model 1 · Cek slope
Susun variabel.
  • posttest → Dependent Variable
  • kelas → Fixed Factor(s)
  • pretest → Covariate(s)
Buat model khusus.

Klik Model… → pilih Custom. Pertahankan Type III dan Include intercept.

Tambahkan main effects.

Tambahkan kelas dan pretest sebagai Main effects.

Tambahkan interaksi.

Pilih kelas dan pretest bersamaan (gunakan Ctrl bila perlu), pilih Interaction, lalu klik panah/Add. Pastikan model memuat kelas*pretest. Klik Continue.

Minta keluaran pendukung.

Klik Options…; centang Descriptive statistics, Estimates of effect size, Homogeneity tests, dan Parameter estimates bila tersedia. Klik Continue → OK.

Checkpoint model 1:
Tests of Between-Subjects Effectsbaris kelas * pretestLevene’s Test
Model 2 · ANCOVA utama
Gunakan susunan variabel yang sama.

posttest = dependent; kelas = fixed factor; pretest = covariate.

Hilangkan interaksi.

Klik Model…. Pilih Full factorial atau buat Custom yang hanya berisi main effect kelas dan pretest. Jangan sertakan kelas*pretest. Klik Continue.

Minta adjusted means.

Klik Estimated Marginal Means… / EM Means…. Pindahkan kelas ke Display Means for. Jika tersedia, centang Compare main effects dan pilih penyesuaian Bonferroni. Klik Continue.

Atur Options.

Centang Descriptive statistics, Estimates of effect size, Homogeneity tests, Parameter estimates, dan confidence interval 95% bila tersedia.

Klik OK.

Tunggu sampai seluruh tabel muncul di Output Viewer.

Checkpoint model 2:
Descriptive StatisticsLevene’s TestTests of Between-Subjects EffectsParameter EstimatesEstimated Marginal MeansPairwise Comparisons (jika diminta)
Gambar 8A. Estimated Marginal Means. Pindahkan faktor kelas ke Display Means for, centang Compare main effects, dan pilih Bonferroni. Sumber: Laerd Statistics.
Gambar 8B. Univariate: Options. Lokasi pilihan Descriptive statistics, Estimates of effect size, Homogeneity tests, dan Parameter estimates. Centang sesuai langkah modul. Sumber: Laerd Statistics.
Jalan pintas opsional: Syntax Model 1 dan Model 2

Jalankan blok pertama dan kedua secara terpisah.

* MODEL 1: cek interaksi kelas dengan covariate.
UNIANOVA posttest BY kelas WITH pretest
  /METHOD=SSTYPE(3)
  /INTERCEPT=INCLUDE
  /PRINT=DESCRIPTIVE ETASQ HOMOGENEITY PARAMETER
  /CRITERIA=ALPHA(.05)
  /DESIGN=pretest kelas pretest*kelas.

* MODEL 2: ANCOVA utama tanpa interaksi.
UNIANOVA posttest BY kelas WITH pretest
  /METHOD=SSTYPE(3)
  /INTERCEPT=INCLUDE
  /EMMEANS=TABLES(kelas) WITH(pretest=MEAN) COMPARE ADJ(BONFERRONI)
  /PRINT=DESCRIPTIVE ETASQ HOMOGENEITY PARAMETER
  /CRITERIA=ALPHA(.05)
  /DESIGN=pretest kelas.
08

Independent t test kemampuan akhir

Langkahnya sama dengan kemampuan awal, tetapi variabel uji diganti menjadi posttest. Ini adalah perbandingan skor akhir mentah, sedangkan ANCOVA membandingkan skor akhir dengan penyesuaian covariate.

Gambar 10. Dialog yang sama untuk kemampuan akhir. Pada bagian ini ganti variabel uji menjadi posttest; kode kelompok tetap 1 dan 2. Sumber: University of Illinois CITL.
Masukkan posttest.

Pindahkan ke Test Variable(s).

Masukkan kelas.

Pindahkan ke Grouping Variable, lalu klik Define Groups….

Definisikan kode.

Group 1 = 1; Group 2 = 2; klik Continue.

Klik OK.

Biarkan confidence interval 95% pada Options, kecuali protokol penelitian Anda menentukan lain.

Checkpoint output:
Group StatisticsIndependent Samples TestLevene’s TestIndependent Samples Effect Sizes (opsional)
Jalan pintas opsional: Syntax SPSS
T-TEST GROUPS=kelas(1 2)
  /MISSING=ANALYSIS
  /VARIABLES=posttest
  /CRITERIA=CI(.95).
09

Uji nonparametrik untuk dua kelas

Gunakan Dataset B. Mann–Whitney U adalah jalur dua sampel independen untuk membandingkan kelas kontrol dan eksperimen.

Gambar 11. Mann–Whitney U. Masukkan pretest/posttest ke Test Variable List, kelas ke Grouping Variable, lalu definisikan 1 dan 2. Gambar memakai kode contoh 0 dan 1; modul ini tetap memakai 1 dan 2. Sumber: Statology.
Pilih skor awal dan akhir.

Pindahkan pretest dan posttest ke Test Variable List. SPSS akan menghasilkan satu uji untuk masing-masing variabel.

Tentukan grouping variable.

Pindahkan kelas ke Grouping Variable, lalu klik Define Groups….

Isi kode kelompok.

Group 1 = 1; Group 2 = 2; klik Continue.

Pilih jenis uji.

Centang hanya Mann–Whitney U. Klik Options… dan centang Descriptive serta Quartiles jika tersedia; klik Continue.

Klik OK.

Output Viewer menampilkan tabel peringkat dan statistik uji untuk pretest serta posttest.

Checkpoint output:
RanksTest StatisticsMann–Whitney UWilcoxon WAsymp. Sig.
ANCOVA tidak mempunyai pengganti nonparametrik satu-klik yang setara di dialog dasar SPSS. Mann–Whitney membandingkan dua kelompok tanpa menyesuaikan pretest sebagai covariate. Jangan menyebut Mann–Whitney sebagai “ANCOVA nonparametrik”. Metode lanjutan harus ditentukan bersama pembimbing/statistikawan.
Alternatif dialog modern SPSS
  1. Pada Fields, masukkan pretest dan posttest sebagai Test Fields; kelas sebagai Groups.
  2. Pada Settings, pilih Customize tests lalu centang Mann–Whitney U.
  3. Klik Run. Output dapat muncul sebagai Hypothesis Test Summary; klik dua kali objek untuk melihat detail.
Jalan pintas opsional: Syntax SPSS
NPAR TESTS
  /M-W=pretest posttest BY kelas(1 2)
  /MISSING ANALYSIS.
10

One-group pretest–posttest: 30 siswa

Untuk data berpasangan, asumsi paired t test diperiksa pada distribusi selisih skor, bukan dengan menganggap pretest dan posttest sebagai dua kelompok independen.

A · Buat selisih
Gambar 12. Compute Variable. Untuk modul ini isi Target Variable = selisih dan Numeric Expression = posttest-pretest. Sumber: IBM Community.
Isi Target Variable.

Ketik selisih.

Isi Numeric Expression.

Ketik posttest - pretest atau susun dengan tombol variabel.

Klik OK.

Kolom selisih muncul di Data View.

B · Normalitas selisih
Gambar 13. Plots untuk variabel selisih. Pengaturannya sama seperti normalitas sebelumnya: Histogram dan Normality plots with tests. Sumber: Uedufy SPSS.
Masukkan selisih.

Pindahkan hanya ke Dependent List; biarkan Factor List kosong.

Atur Plots.

Centang Histogram dan Normality plots with tests.

Klik Continue → OK.

Cocokkan keluaran: Tests of Normality, Q–Q plot, histogram, dan boxplot.

Pilih jalur

Sesudah output normalitas

Jika jalur parametrik digunakan: lanjut ke Paired-Samples T Test.

Jika jalur nonparametrik digunakan: lanjut ke Wilcoxon Signed-Rank.

Keputusan pemilihan jalur harus mengikuti protokol analisis Anda; modul tidak menetapkan keputusan dari angka output.

Paired-samples t test
Gambar 14. Paired-Samples T Test. Tempatkan pretest sebagai Variable1 dan posttest sebagai Variable2. Sumber: Uedufy SPSS.
Buat satu pasangan.

Pilih pretest sebagai Variable 1 dan posttest sebagai Variable 2, lalu pindahkan keduanya ke Paired Variables.

Atur Options.

Pertahankan confidence interval 95%. Centang effect sizes bila versi SPSS menyediakan opsi tersebut dan format laporan memerlukannya.

Klik OK.

Jangan menggunakan Independent-Samples T Test untuk dua pengukuran dari siswa yang sama.

Checkpoint output:
Paired Samples StatisticsPaired Samples CorrelationsPaired Samples TestPaired Samples Effect Sizes (opsional)
Wilcoxon signed-rank
Gambar 15. Wilcoxon signed-rank. Susun pretest dan posttest sebagai satu pasangan, lalu centang Wilcoxon. Sumber: Statology.
Buat satu pasangan.

Pilih pretest dan posttest, lalu pindahkan ke Test Pairs.

Pilih uji.

Centang Wilcoxon. Hilangkan centang uji lain yang tidak diperlukan.

Klik OK.

Output Viewer menampilkan arah peringkat dan statistik uji.

Checkpoint output:
RanksTest StatisticsZAsymp. Sig.
Jalan pintas opsional: Syntax one-group lengkap
* Membuat variabel selisih dan meminta normalitasnya.
COMPUTE selisih=posttest-pretest.
EXECUTE.
EXAMINE VARIABLES=selisih
  /PLOT BOXPLOT HISTOGRAM NPPLOT
  /STATISTICS DESCRIPTIVES
  /CINTERVAL 95
  /MISSING LISTWISE
  /NOTOTAL.

* Jalur parametrik: paired-samples t test.
T-TEST PAIRS=pretest WITH posttest (PAIRED)
  /CRITERIA=CI(.95).

* Jalur nonparametrik: Wilcoxon signed-rank.
NPAR TESTS
  /WILCOXON=pretest WITH posttest (PAIRED)
  /MISSING ANALYSIS.
11

Checklist keluaran akhir

Centang saat tabel benar-benar sudah terlihat di Output Viewer. Centang disimpan pada perangkat ini.

Dua kelas: jalur parametrik

Nonparametrik & one-group

Kesalahan yang paling sering membuat output tidak muncul

Kode kelompok

Define Groups tidak diisi 1 dan 2, atau nilai pada kolom kelas berbeda dari kode itu.

Tipe variabel

Skor terbaca sebagai String sehingga tidak dapat dipindahkan ke kotak variabel numerik.

Salah desain

Pretest–posttest siswa yang sama dimasukkan ke uji independen, atau dua kelas dimasukkan ke uji berpasangan.

CSV satu kolom

Delimiter salah. Impor ulang dan pilih Comma.

Factor kosong

Pada Explore dua kelas, variabel kelas belum masuk Factor List sehingga output tidak terpisah.

Interaksi tertinggal

Model utama ANCOVA masih memuat kelas*pretest setelah model pengecekan slope selesai.

Simpan Output Viewer jika akan dilanjutkan nanti. Saat jendela Output aktif, pilih File → Save As dan simpan sebagai file SPSS Viewer (.spv). Ini menyimpan tabel dan grafik yang sudah muncul tanpa menghitung ulang.

Rujukan menu IBM SPSS Statistics

Menu dalam modul diselaraskan dengan dokumentasi resmi IBM; nama submenu dapat sedikit berubah antarversi.

Tampilan asli IBM SPSS Statistics
Tampilan SPSS yang diperbesar